Kiat bagi Orang Tua: Cara Menjawab Pertanyaan Anak tentang Seksualitas (Bagian 1) - Parenting Academy

Kiat bagi Orang Tua: Cara Menjawab Pertanyaan Anak tentang Seksualitas (Bagian 1)  –  Parents, pernah dengar pertanyaan anak seperti ini: “Ma, diperkosa itu diapain? Sodomi itu apa? Kenapa orang gede bisa hamil?”

 Kiat bagi Orang Tua: Cara Menjawab Pertanyaan Anak tentang Seksualitas

Parents, anak-anak kita hari ini berbeda dengan zaman waktu kita jadi kanak-kanak dulu. Anak-anak kita memiliki akses yang lebih banyak dan hampir sama dengan orang tuanya. Bahkan, tak heran anak-anak ini bisa jadi mendapat tempaan informasi lebih banyak dari media, lingkungan dan pergaulan. Termasuk pada hal-hal yang berbau seksual dan mungkin pada dasarnya belum saatnya untuk seusia mereka.

Beberapa pertanyaan yang kadang membuat orang tua berkerut kening kadang diajukan kepada saya, seperti: “Ma, sodomi itu apa? Pa, diperkosa itu memang diapain? Kenapa orang gede bisa hamil? Atau pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin anak kita pernah dengar dari tempat lain, lalu mereka menanyakan kembali pada kita.

Ketika anak-anak bertanya pada kita sebenarnya ini anugerah, kesempatan terbaik. ucapkan “Alhamdulillah”. Kenapa? Karena kita bersyukur anak-anak kita bertanya pada orang tuanya, bukan pada orang lain atau tempat yang belum tentu dijamin keamanannya.

Jika Anda menghindar apalagi ‘menyerang’ anak dengan mengatakan “”anak kecil enggak boleh ngomong-ngomong kayak gitu, itu jorok, urusan orang gede!” atau jawaban seperti “nanti juga kalau udah gede tahu sendiri” ini justru tak produktif untuk anak-anak. Ya jika dia mau menunggu sampai besar, bagaimana jika dia mencari informasi ini ke tempat lain (internet, teman) yang belum terjamin keamanannya, bukan?

Daripada memberikan jawaban-jawaban seperti itu, ayo bantu anak kita mencari tahu jawaban tersebut dengan TENANG, JUJUR, BERTANGGUNG JAWAB, tanpa penuh prasangka negatif (suudzon) pada anak-anak kita.

Kenapa harus tanpa prasangka? Karena sebenarnya anak-anak tak berpikiran macam-macam. Ketika orangtua menyebut (maaf) misalnya sperma atau bahkan nama kemaluan pun, anak-anak ini sebenarnya ‘lempeng’ saja. Kata-kata itu sama netralnya bagi anak-anak seperti mereka menyebut bola, boneka, pisau, telepon dan lain-lain. Ingat, kata-kata sebenarya dimaknai berdasarkan latar belakang referensi (frame of reference) budaya, dan juga latar belakang pengalaman seseorang (frame of experience).

Orang tuanya saja yang sewot karena memang dalam pikirannya sudah punya ‘persepsi’ tertentu ketika disebut nama tersebut. Meski demikian kita juga wajib mengajarkan anak kita bahwa pembicaraan tersebut boleh dibicarakan sama mama papa saja. Tapi tidak boleh dibicarakan di tempat umum atau bersama pihak lain, di luar orang tua.

                                                         (gambar: mommiesdaily.com) 

 

Berikut ini contoh pertanyaan yang pernah diajukan pada saya. Selain jawaban-jawaban ini silahkan ditambahkan sendiri untuk memperkaya referensi menurut versi Anda. Sebelum jawaban-jawaban ini diutarakan pada anak, cara terbaik adalah selalu menanyakan kembali (konfirmasi) apa yang anak ketahui sebelumnya tentang informasi yang mereka tanyakan tersebut. Misalnya ketika mereka bertanya tentang sodomi, tanyakan kembali pada mereka sebelum menjawab, “Memangnya, apa yang pernah kamu dengar dengan tentang sodomi?” atau “Apa yang kamu ketahui tentang sodomi?”

Kiat bagi Orang Tua: Cara Menjawab Pertanyaan Anak tentang Seksualitas (gambar: wollipop.detik.com)

 

Pertanyaan 1: KENAPA ORANG GEDE BISA HAMIL?

Tata murid saya, hari ini bertanya tentang kehamilan. Kenapa hamil, gara-gara apa? Kenapa orang gede saja yang bisa hamil? Cara menerangkannya bagaimana ya, Abah?

TANGGAPAN ABAH:

Jangan dipersulit, ini jawaban yang sebenarnya sederhana. Jawab secara jujur, tidak kemana-mana, tidak melebar dan tidak memanjang. Setiap ibu punya telur, namanya ovum. Seperti ayam dan bebek. Hanya ibu telurnya berkembang di dalam, tidak di luar. Telur itu ada yang berkembang menjadi adik bayi dan sebagian tidak berkembang. Ayah juga punya semacam ini, namanya sperma. Telur ini akan berbuah menjadi adik bayi jika telur ini bertemu sperma ayah di dalam perut ibu. Lalu, Allah meniupkan ruh, jadilah adik bayi.

Sebelum lahir adik bayi ini tinggal di dalam perut ibu selama beberapa bulan untuk berkembang. Dari kecil-kecil, seperti kelereng, hingga sebesar bola. Itu sebabnya perut ibu jadi besar. Nah, saat tidak muat lagi Allah mengeluarkan adik bayi dari perut ibu.

Bagaimana jika anak bertanya, bagaimana telur ayah dan ibu bertemu? Melalui pernikahan, itu jawabnya. Hanya orang dewasa yang boleh menikah. Karena orang dewasa sudah punya telur yang bisa jadi adik bayi, sedangkan anak-anak belum bisa melakukannya. Meski menikah, tidak semua orang dewasa bisa hamil. Ayah tidak bisa hamil karena ayah tidak dikasih kantung telur (ovarium), hanya ibu yang dikasih kantung telur. Tidak semua ibu bisa hamil, karena hanya Allah yang memilih ibu mana yang telurnya (setelah bertemu telur ayah) bisa ditiupkan ruh.

Pertanyaan 2: KENAPA ADA ORANG TIDAK MENIKAH TAPI BISA HAMIL?

TANGGAPAN ABAH:

Bisa, Nak. Tapi itu namanya melanggar hukum Allah. Sebenarnya mereka menikah sendiri tak direstui Allah. Bagaimana agar direstui Allah, Ma? Ada saksi, melalui akad, dan seterusnya (sampai sini biasanya anak tak akan meneruskan lebih jauh). Jika pun anak meneruskan lebih jauh, tentang akad, nikah dan lain-lain, ini kesempatan bagus. Kita bisa jelaskan lebih banyak tentang makna kasih sayang dan lain sebagainya.

Masih ada beberapa pertanyaan lain mengenai seksualitas yang kadang ditanyakan oleh anak Anda? Simak lanjutan dari artikel ini, ya. Terima kasih telah membaca artikel parenting berjudul “Kiat bagi Orang Tua: Cara Menjawab Pertanyaan Anak tentang Seksualitas“. Semoga bermanfaat dan silakan di share 🙂

Ingin lebih pede menjadi orang tua di zaman now ini? Segera dapatkan tips terbaik dari pakar parenting kekinian, klik di sini ya 

Penulis : Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (Abah Ihsan).