Ternyata Begini Cara Simpel Mendidik Anak Remaja di Zaman Now

Ternyata Begini Cara Simpel Mendidik Anak Remaja di Zaman Now – Banyak orang tua yang mengeluh pada Abah mengenai sulitnya mendidik anak, ketika mereka beranjak remaja. Usia remaja dianggap sebagai usia di mana anak mengalami fase ‘pemberontakan’ di mata orang tua. Lalu, bagaimana mengatasinya? Apa saja tipsnya?

Menurut Abah, jika benar orang tua mendidik anak-anak mereka pada 12 tahun pertama kehidupannya, maka selanjutnya tinggal menuai karakter yang kita tanam. Usia remaja adalah usia di mana anak merasa sudah ‘besar’. Anak merasa tidak perlu lagi digurui oleh orang tuanya.

Tentu mengasuh anak berusia remaja tidak berarti mudah. Mereka masih butuh dididik, dibimbing. Tapi mendidik anak berusia 12 tahun ke atas harusnya tidak sesulit mendidik anak kecil. Berlawanan dengan sebagian orang yang mengatakan mendidik “abege” itu lebih susah, sebenarnya mendidik anak remaja tidak lebih sulit. Hal ini membutuhkan cara yang pas.

 

Ternyata Begini Cara Simpel Mendidik Anak Remaja di Zaman Now

Ternyata Begini Cara Simpel Mendidik Anak Remaja di Zaman Now – Gambar©Pinterest.com

 

Entah Anda, saya yang diamanahi dua orang “teenager” dibandingkan 4 anak saya lainnya yang masih dibawahnya, saya setidaknya merasa: nalar mereka sudah jalan, tubuh mereka sudah besar, kosakata mereka sudah jalan, kemandirian sudah terlatih. Banyak hal yang sudah dapat mereka lakukan sendirian. Harusnya orang tua enggak lebih repot, dong?

Jika ada anak abege bermasalah, bukan karena perubahan tubuh yang lagi masa puber yang dijadikan biang kerok. Toh, dari kecil pun tubuh mereka juga terus berubah.

Saya tidak percaya bahwa masa remaja adalah masa topan dan badai (galau) atau “storm und drung“. Bahkan di kalangan psikolog Barat saja, ini tidak satu suara. Setidaknya jika saya merujuk Arnold Gessel yang disebut Bapak Psikologi Anak, dari Yale University, New Haven, tidak ada tuh, istilah topan badai saat remaja.

Tapi kenapa sejak jadi abege anak saya suka mendebat saya? Padahal dulu manut (patuh) benar sama saya?” kata sang tua.

Anak-anak abege yang bermasalah tidak tiba-tiba atau ujug-ujug bermasalah dengan sendirinya. Dari kecil pun sebenarnya bibit bermasalah sudah ada, hanya orang tua yang tidak menyadari.
Kenapa munculnya saat abege? Karena eh karena, waktu dulu belum berani naik motor sendiri, belum berani naik kendaraan umum sendiri. Kosakata masih terbatas. Sekarang selain itu tadi, tubuhnya sudah tambah kuat. Otaknya sudah banyak variasi “software-nya” yang entah siapa yang mengisinya (jika orangtua tidak mengisi) semakin bertambah canggih.

Jadi, sebenarnya abege yang bermasalah adalah akumulasi dari perlakuan-perlakuan yang diterima oleh anak sebelumnya. Balik lagi ke pola pengasuhan anak dari kecil.

Tapi, saya merasa sejak bergaul sama si Azis (nama samaran, mohon maaf jika ada kesamaan nama), teman SMP yang baru dia kenal satu tahun ini, anak saya jadi bermasalah. Sebelum-sebelumnya enggak, kok!

 

Ternyata Begini Cara Simpel Mendidik Anak Remaja di Zaman Now

Ternyata Begini Cara Simpel Mendidik Anak Remaja di Zaman Now – Gambar©Pinterest.com

 

Wahai sang penaung anak, anak kita lebih duluan kenal kita, orang tuanya atau Azis (atau siapapun nama temannya). Wahai sang pemegang amanah anak, anak kita lebih lama hidup dengan kita, orang tuanya atau Azis?

Saya tidak yakin jawaban Anda berbeda dengan pemikiran saya. Pasti jawabannya ‘Ya’. Anak kita lebih dulu dan lebih lama kenal serta hidup dengan orang tuanya. Kecuali dari kecil anak tidak tinggal bersama Anda. Jika jawabannya ‘Ya’, pengaruh siapa yang harus lebih banyak? Orang tua bukan?

Masuk akalkah, anak kita yang baru 1-2 tahun kenal temannya yang bernama Azis, tiba-tiba rusak gara-gara pengasuh Azis?Masuk akal, jika orang tua tidak urus anak. Sibuk sendiri, masa bodoh dengan anak, dan lain-lain. Masuk akal jika pun diurus, tapi salah urus karena membesarkan anak tanpa ilmu. Lah, beternak ayam yang baik pun ada ilmunya. Apatah lagi membesarkan makhluk bernama: manusia.

Jadi kesimpulannya, cara simpel yang bisa dilakukan orang tua adalah kembali ke awal pengasuhan anak. Masa ketika dia masih mudah diasuh dan dibentuk oleh orang tua, tanpa campur tangan orang lain.

Semoga artikel parentingTernyata Begini Cara Simpel Mendidik Anak Remaja di Zaman Now” ini dapat memotivasi para orang tua, Jangan lupa di share ya! 🙂

Ingin tahu lebih banyak tips menjadikan anak bahagia, aktif dan bersemangat? Mari belajar langsung dari pakar parenting zaman now, segera klik yuk

Penulis : Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (Abah Ihsan). Editor: TS & LUS

Baca juga: Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari