Kecewa? Ini Kiat Mengatasi Ketidakpedulian Pasangan di Bahtera Rumah Tangga

Kecewa? Ini Kiat Mengatasi Ketidakpedulian Pasangan di Bahtera Rumah Tangga – Ini pengalaman Abah. Terlalu banyak orang mengadu sama saya soal ketidakpedulian pasangan soal anak, ketidakpedulian pasangan pada dirinya dan seterusnya. 

Tahukah teman, yang membuat Anda kecewa, menderita dan akhirnya tidak bahagia bukanlah pasangan, tapi diri Anda sendiri? Terdengar klise, tapi ini benar: Jika kita mencintai maka itu artinya Anda akan disibukkan untuk memberi, bukan meminta.

Banyak memberi itulah yang membuat kita jadi mulia, bukan meminta. Memang pernah lihat orang yang menjadi peminta-minta itu terhormat? Setidaknya saat di “jam kerja” dia?

 

Orang yang banyak memberi akan dihormati di bumi dan di langit. Di bumi, para pemberi itu dihormati, disegani dan dicintai. Setidak-tidaknya oleh orang yang diberi. Di langit? Tak terkira kelimpahan balasan-Nya.

Lalu, nafsu berkata “Kapan saya dapat menerima dan tidak terus memberi cinta?”

Tujuan menerima cinta itu apa? Tujuan dicintai itu apa? Bahagia! Nah, jika kegiatan memberi cinta itu sendiri membuat bahagia, kenapa harus menunggu balasan cinta untuk bahagia?

 

Pangkal dari penderitaan sebenarnya adalah MENUNTUT orang lain mencintai kita. Ketergantungan terlalu tinggi pada makhluk. Dan mungkin: berharap balasan dari makhluk, bukan dari sang khalik.

Saya dulu waktu kecil, berkali-kali kecewa setelah memijat orang tua, pada saat saya tidak diberi uang (karena kebiasaan dari kecil diberi uang oleh orang tua). Tapi, setelah mendapat pelajaran dari guru saya bahwa orang tua adalah ladang amal tak terhingga: saya tak kecewa ketika tidak mendapatkannya. Bahkan berkali saya menawarkan pada mereka: mau dipijatkah?

Jika Anda mencintai pasangan Anda dan lalu pasangan tak sesuai dengan yang kita harapkan: tetap diajak dengan lembut tapi jika tidak mau tidak apa-apa, kita masih bahagia.

 

Kecewa? Ini Kiat Mengatasi Ketidakpedulian Pasangan di Bahtera Rumah Tangga

Kecewa? Ini Kiat Mengatasi Ketidakpedulian Pasangan di Bahtera Rumah Tangga – Gambar©parenting.dream.co.id

 

Yakin? Yakin sekali! Saat misalnya pasangan sering tidak peduli pada anak, kitalah yang mengaku peduli yang menjalankan. Jangan kecewa, kita ubah pikiran: “Oh, dia ingin berikan ladang amal “semuanya” untuk saya.”

Jika pun benar bahwa pasangan kita sudah melalukan sesuatu yang TIDAK BENAR, mengapa ketidakbenaran mereka justru malah kita yang menderita? It is not fair! Orang lain yang bersalah kenapa kita yang menderita?

Justru sekarang tunjukkan kebahagiaan kita sebagai partnernya, sebagai orang tua anak kita. Tunjukkan akhlak terbaik kita pada anak dan pada pasangan kita. Tunjukkan pesona kita, tanpa ingin sedikit pun dibalas mereka. Niscaya mereka lama kelamaan terpesona oleh akhlak kita.

 

Seperti perkataan seseorang pada saya: “Ngalamin banget Abah (ketidakpedulian pasangan). Alhamdulillah, setelah suami melihat perbedaan anak-anak (oleh perlakuan saya setelah belajar dengan Abah Ihsan), dia jadi ikut “gaya” umminya anak-anak. Dan saya lebih sering sering diskusi fenomena anak-anak tetangga yang masalahnya dari orang tua terutama ayah yang acuh. Alhamdulillah, sekarang suami sudah sedikit terbuka. Bahkam sering melihat video Abah di youtube. Alhamdulillah. Terima kasih, Abah!”

Nah, itu buktinya. Maka … selamat berbahagia untuk Anda yang terus menebar cinta dan kebahagiaan bagi orang-orang tercinta. Terutama dalam kehidupan rumah tangga Anda.

 

Semoga artikel parenting “Kecewa? Ini Kiat Mengatasi Ketidakpedulian Pasangan di Bahtera Rumah Tangga “ ini bermanfaat. Terima kasih sudah membaca, silahkan di share :D. 

Wassalamualaikum

Ingin lebih pede menjadi orang tua di zaman now? Segera dapatkan tips terbaik dari pakar parenting Indonesia, klik di sini ya

Baca juga:  

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel

Parenting di Era Milenial yang Sejalan dengan Sunah Rasulullah

===

Penulis: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (Abah Ihsan). Editor: TS, WPU