Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari

Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari – Ada sebagian anak yang kerjaannya sering marah atau merajuk di pagi hari. Nah, sebagai orang tua apa yang sebaiknya kita lakukan jika mereka berperilaku seperti itu? Jika anak Anda berperilaku seperti itu, tentu ada latar belakang atau alasan dibaliknya. Menurut Abah jika anak sedang marah-marah, maka dia sedang mengalami salah satu atau beberapa hal berikut ini:

o Dia merasa tidak nyaman
o Dia merasa orang lain bersalah kepadanya
o Dia diperlakukan tidak adil

1) Jika penyebabnya anak merasa tidak nyaman, cari penyebab tidak nyamannya apa saja?

Misalnya saat bangun, sebagian besar bayi menangis, kenapa coba? Perpindahan gelombang otak dari alpha ke beta, dari alam bawah sadar ke alam sadar. Rasanya? Pusing! Jangankan anak, kita saja orang dewasa bangun tidur itu pusing, kan? Hanya saja, kita sudah dapat mengontrol diri. Beda dengan anak-anak.

 

Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari

Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari – Gambar©scarymommy.com

 

Jadi, jika penyebabnya tidak nyaman karena pusing. Buat dia merasa nyaman kembali. Caranya bagaimana Abah Ihsan? Dekati, temani anak dari tidur ke bangun. Bangunin jarak dekat bukan dengan jarak jauh pakai “remote” bernama mulut. Anak di kasur, ayah ibunya bangunin di kamar lain. Hindari pakai remote begitu. Temani anak, usap-usap dia. Lalu ajak mengobrol yang menarik perhatian anak dan seterusnya sampai dia nyaman. Jika anak sudah agak besar dan penyebabnya misalnya dia dapat tekanan yang baru dia ingat: lupa mengerjakan PR sekolah, kehilangan barang dan lain-lain, caranya:

Tawarkan telinga untuk mendengarkan perasaan dan bantuan. Bukan menyalahkan, bukan tambah menekan (dia sudah tertekan, loh), atau balik marahin anak!

Contoh orang tua KUPER:

Salah sendiri kok, kenapa enggak ngerjain dari malam!” (orang tua yang menyudutkan)

Sudah dibilang kan berkali-kali, periksa pelajarannya! Periksa! Kamu sih enggak nurut!” (orang tua yang menyalahkan)

Kamu naronya di mana? Kok, malah marah-marah. Kok, bisa kamu hilangkan? Jangan teledor nanti lagi!” (labeling)

Contoh orang tua SALEH:

Azis lagi tidak nyaman, ya? Azis lagi bete? Mau cerita ada apa?

Ada yang bisa ayah bantu, Nak?

Sepertinya Azis lagi bingung dan tertekan? Barangkali Azis mau cerita?“(asumsikan namanya Azis)

2) Jika penyebabnya anak merasa bahwa orang lain bersalah padanya? Klarifikasi.

Siapapun yang dianggap bersalah meski tidak salah, cepat-cepat minta maaf. Perilaku ini bukan berarti menganggap orang yang dimintakan maaf selalu lebih benar. Tapi, minta maaf adalah kebiasaan baik untuk meredakan ketegangan. Jika memang tak bersalah boleh diklarifikasi setelah ketegangan mereda.

 

Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari

Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari – Gambar©Pinterest.com

 

Ingat ya, kalau sudah emosi, penjelasan akan sulit. Makin repot nanti hubungannya. Apalagi sebenarnya jika anak lupa mengerjakan PR JUGA SEBENARNYA akibat kontribusi kita juga, yang hanya berharap “kesadaran anak” dan anak “mandiri” mengerjakan PR-nya sendiri.

Padahal, idealnya anak belajar sampai usia 12 tahun itu baik sekali jika ada pendampingan. Bukan disuruh doang atau dibiarkan begitu saja belajar dengan persepsi anak sendiri. Dengan pendampingan justru nilai-nilai positif lain dapat kita selipkan dengan berbagi pelajaran.

Selain yang dibicarakan tadi, penyebab anak-anak pagi-pagi marah “enggak jelas”, bahkan ada yang berteriak-teriak pada orang tua, disebabkan karena memang anak ini tak dibiasakan memiliki “batasan” yang jelas dalam kesehariannya.

Anak yang terbiasa hanya karena dia marah, nangis, berteriak kemauannya dituruti, maka dia akan menjadikan cara-cara itu untuk “mengendalikan” situasi bahkan orang tua. Akibatnya, ketika dia ingin tidak bangun, ya tidak bangun jadinya. Dia akan sulit diarahkan orang tua. Semau-maunya. Akibatnya orang tua benar-benar tidak memiliki otoritas terhadap anak.

3) Jika Penyebabnya anak merasa diperlakukan tidak adil? Berikan ketegasan. Orang tua harus belajar meningkatkan skill sebagai orang tua, sehingga punya otoritas tanpa otoriter. Berikan ketegasan, tanpa harus melakukan kekerasan.

 

Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari

Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari – Gambar©Pinterest.com

 

Orang tua yang tidak punya skill bakal sering kalah oleh “penentangan anak” karena kekurangan “vocab” sebagai orang tua.
Misalnya, sebagian orang tua yang pernah mengadu ke saya masih saja bingung menghadapi perkataan anaknya.

Kenapa aku harus menurut sama mama papa, tapi mama papa kok enggak nurutin aku?

Kenapa sih enggak santai aja?

Aku enggak suka pakai aturan, di rumah temanku semua boleh. Ayah Ibu jahat! Enggak sayang aku!

Enggak mau ada kesepakatan-kesepakatan segala. Percuma! Sebab aku enggak sepakat, ayah ibu tetap kasih aturan sama aku!

Seabrek perkataan anak lain yang mungkin sebagian orang tua akan bingung menanggapinya jika tidak punya skill jadi orang tua “betulan”. Lebih detail soal bagaimana praktik ketegasan pada anak dan menghadapi anak zaman Now, Ayah Bunda bisa mengikuti pembelajaran di -> Parenting Academy.

Semoga artikel parenting “Cara Mudah Menangani Anak yang Sering Merajuk di Pagi Hari” ini dapat bermanfaat, Jangan lupa di share ya! 🙂

Tidak usah bingung lagi mengurus si kecil dan masalahnya. Intip kiat paten dari pakar parenting terkemuka Indonesia, klik di sini


Penulis : Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (Abah Ihsan). Editor: TS & LUS

Baca juga: Kiat Agar Istiqomah Dalam Mendidik Anak Sesuai Ajaran Islam , Parenting di Era Milenial yang Sejalan dengan Sunah Rasulullah