4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel – Ini bukan kejadian sekali dua kali yang diadukan kepada saya. Butuh kerja keras menaklukkan pasangan, terutama laki-laki yang asyik (kecanduan) dengan ponsel. Barangsiapa bersungguh-sungguh sambil terus berharap mampu menaklukkan hati pasangannya (berharap kepada Allah Subhanahuwata’ala), insya Allah it’s worked!

 

Kendala di atas, setidaknya itu beberapa laporan yang datang ke saya. Daripada saya mengulang berkali-kali, saya ungkap kembali kasus semacam ini.

Curahan hati orang tua: “Ini kejadian sama saya. Punya suami yang tidak mau berinteraksi dengan anak istri. Dari subuh sampai malam, sepertinya ponsel menempel terus ditangannya. Padahal dulu dia yang mengajak saya ikut berbagai macam ‘parenting’. Sudah saya tegur juga paling bertahan cuma 10 menit main sama anak-anak. Sudah begitu pegang ponsel lagi.”

Tanggapan Abah:
Sudah terlalu banyak cerita macam ini. Ponsel oh ponsel. Gara-gara asyik dengan smartphone tak sedikit suami istri bercerai. Tak sedikit anak-anak diabaikan oleh orang tuanya. Tak sedikit anak-anak mengabaikan orang tuanya. Apalagi remaja yang sudah diberikan smartphone: asyik sendiri di kamar, tidur larut, bangun sering siang.

Alasannya, “Saya kan urus kerjaan sibuk dengan ponsel!”

Coba jujurlah. “Yakin dari pagi sampai malam pegang ponsel itu urus kerjaan terus-terusan?”

Semua orang punya batas. Ibadah wajib saja dibatasi: sholat ada waktunya. Haji ada waktunya. Shaum ada waktunya. Semuanya dibatasi. Dulu, saat ada sahabat nabi ingin puasa terus menerus, dilarang nabi. Saat ada yang ingin sholat terus-terusan, juga dilarang. Apatah lagi cuma pegang ponsel. Kapan memegang selain ponsel? Kapan memegang anak, kapan memegang pasangan? Bersikap adil, lah!

 

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel – Gambar©kelascinta.com

 

Saya tidak menentang penggunaan smartphone. Saya juga memakainya. Benda ini banyak manfaatnya. Tapi jika tidak digunakan dengan bijak, ia dapat menjadi pemicu bencana. Pemicu loh ya, bukan penyebab. Sebab bagaimana pun ia hanyalah benda. User, manusialah sang pelaku utama.

Maka saya buat batasan tegas untuk orang dewasa di rumah. Main ponsel boleh, tapi tidak ada ponsel saat:
(a) Makan bersama
(b) Jalan-jalan keluarga
(c) Saat 1821 liqo keluarga (pukul 18.00-21.00)

Soal anak yang kecanduan smartphone, sudah sering saya bahas di berbagai kajian pengasuhan. Soal pasangan yang sibuk dengan ponsel terus mengabaikan keluarga? Ini saran saya, boleh tak setuju dengan sebagian, bahkan seluruh usulan saya.

 

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel

 

1. Berikan cinta pada pasangan
Berikan cinta dan perhatian Anda sebanyak-banyaknya sama pasangan. Jangan hanya menuntut cinta dari pasangan. Bahkan jika pun tak dibalas, Anda tetap tak rugi.
Kenapa? Lah, mana ada penderma hina? Penderma, apalagi penderma cinta, di mana-mana mulia. Nah, yang sering membuat sakit hati, lelah, karena banyak makhluk berharap dan jadi pengemis cinta.

 

2. Sering-sering memilih topik obrolan yang menyenangkan
Main ponsel itu kan sebenarnya cari apa? Cari bersenang-senang? Cari bernyaman-nyaman?
Jadi, sudahkah kita, istri maupun suami sebagai tempat menyenangkan dan bersenang-senang untuk pasangan masing-masing? Ini bermanfaat bukan untuk hanya suami, tapi juga istrinya loh.

Masalahnya banyak suami istri ketika tengah BERTEMU tidak mendapatkan kesenangan itu. Akhirnya mereka BERTEMU, tapi tidak BERSAMA.

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel – Gambar©gettyimages.ie

 

Bersenang-senang itu bukan semata soal “tubuh” loh ya. Mengobrol yang tidak jelas berjam-jam juga termasuk bersenang-senang. Bercanda juga bersenang-senang. Saya merasa bahagia sekali jika lihat istri saya terbahak-bahak, terpingkal-pingkal.

Semua orang butuh ngobrol, loh. Bukankah sebagian “aktivitas” di ponsel itu adalah mengobrol?

Pertanyaannya, kenapa banyak laki-laki enggak nyaman berlama-lama ngobrol sama istrinya? Coba mikir.

“Pah, gas abis!”
“Abi, bayaran sekolah ditagih!”
“Ayah, Bunda pusing dengan kelakuan si kakak.”

Bagaimana mau nyaman, yang jadi topik pembicaraan itu masalah dan serius melulu. Tak jarang saat si istri ajak mengobrol sudah suudzon duluan dalam hati si suami: “Masalah apa lagi ini?”

 

3. Jangan sama-sama “keras”
Seorang pasangan yang sudah sering mendapatkan sentuhan, perhatian dan cinta dari kita, enggak susah, perhatikan: enggak susah untuknya mewujudkan apapun keinginan kita. Apalagi cuma minta sejenak berhenti main smartphone.

Pertanyaannya: sudahkah mereka menerima cinta kita? Banyak orang yang mengaku sudah memberi cinta, padahal pasangannya tidak merasakan itu. Detail ini, dibahas nanti ya dalam kajian Matapena sesi lain.

Khusus laki-laki, sering (tidak selalu), tidak dapat dihadapi dengan penentangan, kekerasan. Laki-laki sudah keras, egonya tinggi, dan lain-lain.

 

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel – Gambar©pinterest.com

 

Menentangnya hanya akan menjadikan dia tambah keras. Sebaliknya, justru banyak laki-laki takluk oleh perempuan, karena apanya? Kelembutannya, keindahannya, suaranya, desahannya, nafasnya (aih) ucapannya, atau pesonanya.

So, ladies! Tunjukkan pesonamu! #Silahkanberpikirkeras

Tidak instan. Tapi lihat buah kesabarannya seperti yang diceritakan dengan bahagia oleh seseorang kepada saya:

“Saya inget banget Abah, sebelum ikut kajian sama abah di PSPA, saya menderita luar biasa karena hanya menuntut suami untuk memberikan banyak cinta, perhatian, kasih sayang. Ternyata saya sedikit memberikan cinta, perhatian. Teringat kata Abah, laki-laki semakin dewasa semakin manja, perempuan semakin dewasa semakin mandiri. Rasanya saya seperti tertampar. Ya Allah, selama ini apa yang sudah saya lakukan? Sedikit demi sedikit mulai mengubah akhlak saya ke suami. Saya mulai dengan memberikan lebih banyak cinta ke suami. Saya memujinya saat berbuat baik. Mengungkapkan kata cinta kepada suami, mendoakan dengan doa yang suami bisa dengar langsung. Antusias dengerin omongan suami. Dan… bahagianya ketika suami mau berangkat ke luar kota, sudah masuk mobil tiba-tiba keluar lagi dan bilang ‘ih lupa belum pamit sama istri tersayang. Ditambah sebuah pelukan erat dan cium pipi kanan kiri, dahi. Ya Allah, sesuatu yang sudah beberapa tahun menghilang dari kehidupan rumah tangga kami. Saya pun terbengong-bengong.”

 

4. Beri ketegasan
Jika tiga cara di atas 1-2 tahun tidak berhasil, baru terakhir berikan ketegasan. Kata siapa pasangan suami istri yang saling mengikat diri tidak bisa kendur ikatannya? Kalau kendur, kencangkan lagi!

Caranya, berikan ketegasan. Ini mau diteruskankah bersama-sama mengarungi bahtera? Mau dilepas atau dikuatkan?

Semua ketegasan itu membutuhkan batasan yang jelas dan konsekuensi yang jelas. Sepakati apa batasnya dan apa konsekuensinya.

 

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel

4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel – Gambar©besimtari.com

 

Kata siapa laki-laki tidak bisa ditegasi? Bisa! Kata siapa perempuan enggak bisa ngasih ketegasan? Bisa! Tentu ini jalan terakhir. Ketika kemudian tiga trik di atas tidak juga terwujud. Tidak bisa dibuka komunikasi dan kompromi, menutup diri. Jangan takut memutuskan: sepertinya ikatan ini harus kita lepaskan! Jangan takut untuk berpisah.

Berpisah tidak disukai, tapi tidak berarti jalan mati. Saya serius. Justru ini bentuk serius komitmen mempertahankan keutuhan keluarga. Mengakunya keluarga yang utuh, padahal pisah. Berikan dia ketegasan: mau dikencangkan atau dilepaskan ini ikatan rumah tangga? Jika dikencangkan, konsekuensinya begini. Jika dilepaskan, konsekuensinya begitu. Jangan malah dikencangkan tidak, dilepaskan pun tidak.

Semoga artikel parenting “4 Trik Menghadapi Pasangan yang Cuek dan Memilih Main Ponsel” ini bermanfaat. Terima kasih sudah membaca, silahkan di share :D. 

Wassalamualaikum

Ingin lebih pede menjadi orang tua di zaman now? Segera dapatkan tips terbaik dari pakar parenting kekinian, klik di sini ya

Baca juga:  

Cara Menghilangkan Kebiasaan Anak yang Sering Memainkan Kemaluannya

Parenting di Era Milenial yang Sejalan dengan Sunah Rasulullah

===

Penulis: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (Abah Ihsan). Editor: TS, WPU